Pemerintah Dorong Desa Wisata Berkembang Pesat Lewat Kolaborasi Kemendes dan Kemenpar

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:33:53 WIB
Pemerintah Dorong Desa Wisata Berkembang Pesat Lewat Kolaborasi Kemendes dan Kemenpar

JAKARTA - Kemendes PDT dan Kemenpar bekerja sama memperkuat pengembangan desa wisata di seluruh Indonesia. 

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong ekonomi lokal sekaligus memaksimalkan potensi alam dan budaya. Strategi yang diterapkan dirancang agar mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat desa dengan berbagai keterbatasan yang ada.

Konsep dan Panduan Desa Wisata

Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menjelaskan, “Kita kerjakan sama-sama. Konsepnya harus mudah dikerjakan oleh desa dengan segala keterbatasannya.” Panduan tertulis dan visual disiapkan agar masyarakat desa dapat mengerti prosesnya tanpa kebingungan. 

Selain itu, Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan dibuat agar pendanaan desa wisata dapat tersalurkan dengan jelas dan tepat sasaran.

Kolaborasi ini juga memanfaatkan peta potensi desa sehingga perencanaan dapat berjalan efektif dan efisien. Setiap desa akan memiliki silabus pengembangan yang sesuai karakteristik lokalnya. 

Dengan panduan ini, desa wisata tidak hanya menarik bagi pengunjung tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat.

Pentingnya Desa Wisata bagi Pembangunan

Wamendes Ariza menekankan bahwa penguatan desa wisata memiliki peran penting dalam kemajuan bangsa. Sektor pariwisata, bersama sektor pangan, menjadi pilar utama pembangunan nasional. 

Indonesia memiliki modal besar berupa keindahan alam hampir di seluruh provinsi yang dapat dioptimalkan untuk menarik wisatawan lokal maupun internasional.

Kerja sama ini juga membuka peluang bagi desa untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Homestay, kuliner lokal, dan aktivitas budaya menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dapat menambah pendapatan masyarakat. 

Dengan penguatan infrastruktur dan pendampingan, desa wisata dapat tumbuh lebih cepat dan mandiri.

Pendampingan dan Kolaborasi

Ke depan, pengembangan desa wisata tidak dilakukan secara sendiri-sendiri. Pendamping desa akan bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan perusahaan swasta yang memiliki pengalaman dalam bisnis pariwisata. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat manajemen, pemasaran, dan kualitas layanan di setiap desa.

Selain itu, media sosial menjadi salah satu sarana untuk memperluas jangkauan promosi desa wisata. Desa tidak hanya dikenal di level lokal, tetapi juga dapat menjangkau wisatawan nasional dan internasional. 

Pemanfaatan teknologi ini menjadi strategi penting dalam membangun citra dan daya tarik desa wisata secara modern.

Kondisi Desa Wisata Saat Ini

Saat ini terdapat 6.189 desa wisata di seluruh Indonesia, namun sebagian besar masih dalam tahap rintisan. Sebanyak 78,2 persen tergolong desa wisata rintisan, 16,11 persen sedang berkembang, 5,14 persen maju, dan hanya 0,5 persen berstatus mandiri. 

Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi kedua kementerian agar pengembangan desa wisata dapat berjalan lebih terarah dan maksimal.

Data tersebut menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah untuk memperkuat kapasitas desa wisata. Infrastruktur, pendampingan, serta pengelolaan usaha lokal menjadi faktor penting agar desa wisata dapat berkembang. 

Dengan roadmap yang jelas, desa wisata diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus melestarikan budaya dan lingkungan.

Roadmap dan Strategi Pengembangan

Wamenpar Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa roadmap pengembangan desa wisata akan menjadi panduan bagi semua pihak. 

Tidak hanya fokus pada objek wisata, tetapi juga pelaku UMKM, homestay, dan fasilitas penunjang lainnya. Pendampingan intensif dan penguatan infrastruktur menjadi kunci agar setiap desa mampu mengelola wisata secara profesional.

Strategi ini juga mendorong desa untuk lebih mandiri dalam pengelolaan ekonomi lokal. Kesiapan fasilitas dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan wisata menjadi faktor utama keberhasilan. 

Dengan implementasi yang tepat, desa wisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Terkini